Sablon DTF dan DTG merupakan kedua jenis sablon digital yang sering digunakan oleh banyak orang. Hal ini karena banyaknya kelebihan yang didapat ketika menggunakan sablon jenis ini. Walaupun sama sama menggunakan metode sablon digital, sablon DTF (Direct Transfer Film) dan DTG (Direct to Garment) mempunyai beberapa perbedaan. Berikut adalah beberapa perbedaannya.
Desain
Yang pertama dari segi desain. Umumnya, untuk desain DTF ini menggunakan desain yang mempunyai warna solid serta agak sulit untuk mencetak dengan desain yang terdapat gradasi. Selain itu, pada sablon jenis DTF ini format desain yang dipakai ada PNG. Hal ini dikarenakan sablon DTF ini menggunakan kertas film yang akan dicetak di permukaan baju. Agak berbeda, sablon DTG ini sebaiknya bersifat 3 dimensi dan berwarna solid serta memiliki gradasi.
Tinta
Karena menggunakan metode yang berbeda, tinta yang digunakan dalam kedua jenis sablon itu tentunya akan berbeda pula. Pada sablon DTF, tinta yang digunakan adalah tinta khusus untuk sablon DTF. Penggunaan tinta ini akan membuat desain DTF akan semakin bagus dan maksimal dalam proses pencetakannya. Sedangkan pada sablon DTG, sablon menggunakan tinta tekstil jerman. Kedua jenis tinta dari kedua sablon ini sama sama memiliki base yang sama, yaitu water base.
Tinta waterbase ini dianggap lebih cepat menyerap dan ramah terhadap mesin pencetak. Selain itu, tinta dengan waterbase ini membuat tinta akan lebih cepat kering. Oleh karena itu penyablonan digital baik itu DTF maupun DTG ini prosesnya lebih cepat dibanding penyablonan manual.
Kualitas
Umumnya, kedua jenis sablon ini sama sama bagus dalam kualitasnya. Kedua jenis sablon ini sama sama halus ketika diraba dan juga aman ketika dicuci secara berulang ulang. Warna yang dihasilkan juga sangat kuat dan awet. Beberapa hal yang membedakannya adalah kerapatan atau keretakan dari sablon tersebut sablon jenis DTF cenderung sangat rapat dan elastis.
Ketika ditarik, sablon tidak retak dan kembali ke bentuk semula. Pada sablon DTG, hasil sablon biasanya akan retak karena mengikuti pori pori pada kain. Untuk mengatasi masalah ini, kamu dapat memilih bahan dasar kaos dengan kerapatan pori pori yang tinggi.
Alat yang Digunakan
Pada penyablonan DTF alat yang umum digunakan adalah jenis printer yang dapat mencetak dengan bentuk lembaran A3 maupun bentuk roll sehingga dapat menghemat bahan dan lebih simpel. Sedangkan pada metode sablon DTG, alat yang digunakan biasanya adalah Printer khusus DTG.
Kekurangan dari mesin DTG ini adalah kurang fleksibelnya dalam mencetak desain dalam berbagai ukuran. Mesin ini hanya dapat mencetak dengan ukuran A3 kebawah. Namun, di beberapa seri seperti seri DX, mesin ini dapat mencetak sablon untuk beragam jenis pakaian, seperti tas, sepatu, topi, dan lainnya.
Itulah beberapa perbedaan antara sablon DTF dan juga DTG. Beberapa perbedaan ini juga termasuk harga dan juga kesulitan mencari bahan baku. Namun, kedua jenis metode sablon ini sudah diakui masyarakat sebagai metode sablon digital yang berkualitas dan juga nyaman.