You are currently viewing 6 Perbedaan Antara Sablon Rubber Dengan Sablon Plastisol

6 Perbedaan Antara Sablon Rubber Dengan Sablon Plastisol

  • Post author:
  • Post category:Sablon
  • Post comments:0 Comments

Jika kamu sudah sering melakukan kegiatan sablon kaos custom, mungkin kamu sudah cukup umum dengan kedua jenis sablon ini. Sablon rubber dan sablon plastisol merupakan dua jenis sablon yang sering dikenal di masyarakat. Walaupun akan terlihat hampir sama ketika dilihat secara sekilas, tetapi tentu saja terdapat perbedaan diantara kedua jenis sablon ini, baik dari kelebihan maupun kekurangannya. Berikut adalah 6 perbedaan antara kedua jenis sablon ini.

Tinta yang Berbeda

Tinta yang digunakan pada sablon rubber dan juga sablon plastisol tentunya berbeda. Sablon rubber ini menggunakan tinta alami yang berdasarkan dari getah karet, sedangkan sablon plastisol memiliki tinta yang berasal dari bahan kimia seperti PVC dan juga campuran minyak. Oleh karena itu lah kedua jenis sablon ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

Tutupan Tinta Pada Pori Pori Kain

Karena bahan yang berbeda, tentu saja akan berbeda pula dengan hasil tutupan tintanya. Pada sablon rubber, tinta tidak menutup pori pori kain sehingga kaos tidak membuat gerah. Hal ini berbeda dengan tinta yang digunakan ada sablon plastisol dimana tinta akan menutup pori pori kain sehingga cenderung sedikit lebih panas dibanding rubber. Namun, karena menutup pori pori kain, hasil sablonan akan semakin jelas dan cocok untuk desain yang memiliki detail.

Kemampuan Untuk Mencetak Detail Kecil

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kualitas tinta akan sangat mempengaruhi kualitas desain. Karena kerapatan tintanya, sablon plastisol dapat membuat desain yang detail ataupun titik titik kecil yang jelas, berbeda dengan sablon rubber yang agak sulit untuk membuat desain yang bertitik titik. Hal ini juga akan dipengaruhi oleh kekuatan rekat dari kedua tinta.

Warna

Pada sablon jenis rubber, warna yang dihasilkan biasanya cenderung agak lebih kuat dan tua. Oleh karena itu terkadang dibutuhkan pigmen warna yang lebih kuat dari undebase untuk membuat warna yang diinginkan. Oleh karena itu pada sablon rubber, dilakukan beberapa kali pengaplikasian warna untuk menjadikan warna yang tepat sesuai dengan warna yang ada di desain. Hal ini berbeda dengan jenis sablon plastisol dimana warna yang dihasilkan lebih cerah dan biasanya dapat langsung jadi dalam satu kali pengaplikasian.

Tekstur

Pada sablon rubber, tekstur akan lebih lembut ketika diraba dan juga tidak menempel dengan kain lain ketika di tempel. Terkadang sablon yang menempel pada kain lain ketika dilipat seringkali dapat merusak kualitas sablon itu sendiri. Sablon plastisol sendiri akan kuat menempel pada kain, tetapi mempunyai tekstur yang cenderung lebih kenyal dibanding rubber. Selain itu, sablon plastisol tidak memiliki bau yang menyengat.

Harga

Faktor harga tentu saja berbeda karena banyak faktor. Secara umum, sablon rubber mempunyai harga yang lebih rendah dibanding dengan sablon plastisol. Hal ini dikarenakan harga tinta yang berbeda, proses pencetakan, dan juga alat yang digunakan. Sablon plastisol menggunakan alat tertentu untuk mencetak sablon dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Berbeda dengan sablon rubber yang dapat dicetak manual dengan cepat dan juga proses pecetakan lebih mudah.Itu lah beberapa perbedaan antara sablon rubber dengan sablon plastisol. Perbedaan ini bukan untuk menari jenis sablon apa yang terbaik, melainkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget konsumen. 

Leave a Reply