Sablon DTF merupakan sablon yang menggunakan kertas film sebagai media untuk mencetak desain pada kaos. Kertas film yang sudah di-print dengan desain yang dipilih konsumen nantinya akan ditekan dengan mesin press bertekanan tinggi. Oleh karena itu banyak yang menyukai sablon jenis ini karena kualitasnya yang bagus, seperti daya rekat, kelembutan, dan juga warna yang pekat.
Namun, tetap saja sablon ini terkadang mempunyai beberapa kekurangan. Hal ini bisa terjadi karena kurang baiknya proses penyablonannya, seperti saat proses pengepresan, pemilihan tinta yang tidak sesuai, maupun kesalahan teknis lainnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui sablon DTF berkualitas atau tidak, berikut adalah beberapa cara untuk mengetahuinya.
Membuat desain untuk sablon kaos merupakan hal yang membutuhkan kegigihan dan kedetailan. Bayangkan jika desainer yang sudah mendesain gambar untuk sablon tetapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan ekspektasi. Teknik sablon DTF sendiri dikenal mampu untuk mencetak desain dengan berbagai warna atau full color dengan sekali cetak saja.
Tidak seperti desain manual yang perlu beberapa kali pemrosesan sebelum warna benar benar sesuai dan pekat. Oleh karena itu, jika sablon DTF ini tidak mempunyai warna yang kuat dan sesuai, maka hal tersebut patut dipertanyakan. Bisa jadi kalau sablon DTF ini tidak berkualitas.
Kelunturan ini merupakan salah satu masalah utama bagi banyak pakaian, tak terkecuali kaos sablon. Kaos sablon DTF sendiri dikenal tidak mudah luntur. Hal ini dikarenakan sablon jenis ini ditaburi lem perekat dan juga bubuk adhesive sehingga membuat desain merekat dengan sempurna. Namun, jika pakaian yang diklaim di sablon dengan teknik DTF ini dapat luntur dengan mudah, berarti sablon DTF tersebut adalah sablon abal abal atau tidak berkualitas.
Kelebihan sablon DTF yang membuat sablon ini ramai digunakan orang adalah mudahnya sablon ini dicetak di berbagai media. Teknik dengan kertas film ini membuat desain dapat dicetak di banyak bahan kain. Oleh karena itu banyak sablon DTF yang diterapkan untuk menyablon topi, tas, bahkan sepatu. Namun, jika konveksi sablon DTF tidak menerima penyablonan DTF di berbagai media, atau hanya dapat menerima penyablonan untuk kaos dengan satu bahan saja, maka kemungkinan konveksi tersebut tidak menggunakan teknik DTF.
Sablon digital, khususnya DTF sangat digemari karena sangat cepat dalam prosesnya. Bahkan penyablonan ini bisa dilakukan dengan sangat cepat dan hanya memakan waktu 5 menit saja. Oleh karena itu, banyak konveksi sablon DTF yang membiarkan konsumen menunggu di tempat. Namun, jika kamu mencetak sablon DTF dan kamu harus menunggu waktu yang lama, maka hal tersebut dapat kamu pertanyakan. Bisa saja waktu menunggu yang lama disebabkan karena antrian sablon ataupun mesin sablon yang sudah tidak maksimal lagi.
Itu adalah beberapa cara untuk mengetahui sebuah sablon DTF itu berkualitas atau tidak. Beberapa faktor lain yang dapat menjadi indikator berkualitas atau tidaknya sablon ini adalah harga. Jika harga yang dipatok dalam penyablonan ini cenderung sangat murah dan tidak sesuai dengan harga pada umumnya, bisa saja sablon tersebut tidak berkualitas. Bisa saja konveksi tersebut mematok harga yang sangat murah karena pemilihan tinta yang tidak berkualitas.
for more info: